Published On: 06/10/2023

Karir Saya Dimulai Dengan Perselingkuhan

Cinta dan Karir.

Love is a game, dalam bahasa Indonesia “cinta adalah permainan”. Definisi pendek ini membawa saya bertemu dengan seorang perempuan yg juga menyukai komunitas yang sama. Kami bertemu dan saling mengenal di sana.

Pacaran LDR pun lalu berlangsung selama dua tahun. Dia di Bogor, saya di Jogja. Pada akhirnya kami mengalami beberapa pengalaman yang membuat hubungan itu jenuh.

Flashback.

Awal saya mulai mengenal dan jadian sama dia, saya bekerja di sebuah anak perusahaan Pertamina. Tapi pekerjaan itu tidak bertahan lama. Setelah ngobrol dengannya, saya memutuskan untuk resign tanpa prosedur resmi. Alias cabut aja ngilang. Saya bosan dengan pekerjaan kantoran.

Saya memilih untuk berjualan online dan menjadi driver Gocar. Hingga akhirnya, penghasilan dari gocar terus menyusut. Di titik jenuh inilah, hubungan saya juga ikutan jenuh. Masalah datang silih berganti hingga akhirnya saya menemukan satu hal yang benar-benar mengganggu ego saya. Pekerjaan yang tidak tetap.

Tidak tahan dengan ego saya, saya akhirnya bertekad untuk pergi ke Jakarta agar saya dapat bekerja dengan harapan tidak terlalu jauh dari pacar saya. Meskipun sebenarnya saya tahu, hubungan saya tidak mungkin lagi diselamatkan. Tapi saya bersikeras jika saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, mungkin saya akan dapat menyelamatkan hubungan saya.

Saya mendapatkan pekerjaan saya dengan cara apply lowongan-lowongan pekerjaan yang ada di Jakarta secara acak. Waktu itu saya ingin bekerja di kantor Gojek atau di Grab. Karena saya melakukan secara acak ternyata lamaran Saya justru nyangkut di sebuah perusahaan yang bernama grab namun bukan grab transportasi seperti yang saya inginkan. Perusahaan yang menerima saya ternyata adalah sebuah perusahaan Digital marketing di Jakarta. dari sinilah karir saya dimulai.

Jalan Allah SWT adalah Misteri.

Well, seandainya mantan saya waktu itu tidak selingkuh dan tidak ketahuan sama saya, mungkin saya masih ada di Jogja jadi pengangguran. Bukannya tidak ingin berterima kasih, tapi memang saya tidak perlu berterima kasih, bukan? Bagaimanapun juga saya pergi ke Jakarta memang karena tekad pribadi saya sendiri untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, atas dorongan ego saya yang saat itu memuncak. Karir saya diawali dengan perselingkuhan, dan saya hanya bisa bilang Alhamdulillah dan Terima Kasih Allah SWT yang telah memberikan jalan penuh misteri, Engkaulah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Mu.

Ini hanyalah bagian kecil dari kisah dimulainya karir saya di Jakarta yang diawali dengan sebuah perselingkuhan.

Bagikan: