Published On: 06/10/2023

Perjalanan Karir: Karunia Datang Dengan Misteri

Perjalanan karir seseorang seringkali penuh dengan lika-liku dan tak terduga. Sama halnya dengan perjalanan karir saya di Jakarta. Semua dimulai saat saya menjadi seorang driver GoCar di Yogyakarta dan menghadapi tantangan penghasilan yang menyusut, hingga akhirnya saya menemukan keajaiban dan rejeki anak di jalur yang tak terduga. Inilah cerita perjalanan karir saya yang berwarna di ibukota Indonesia.

Modal Nekat.

Segalanya dimulai saat saya memutuskan untuk berhenti sebagai driver GoCar di Jogja. Penghasilan yang semakin menurun menjadi alasan utama saya untuk mencari peluang baru. Tanpa memiliki rencana yang jelas, saya secara acak melamar pekerjaan di Jakarta melalui situs online. Dalam hati, saya bercita-cita untuk bekerja di kantoran pada perusahaan seperti Gojek atau Grab, namun takdir berkata lain. Saya malah diterima di Grab Essentials Digital Marketing Agency, bukan di divisi Grab transportasi yang saya inginkan.

Meskipun tak sesuai dengan ekspektasi, di perusahaan itu saya tetap memulai perjalanan karir di Jakarta pada tahun 2018 sebagai seorang marketing. Di sinilah saya mulai mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang branding, desain, website, social media, dan pemasaran digital. Dalam rentang lima tahun, perjalanan karir saya melambung dari seorang marketing hingga menjadi account manager dan project manager.

Pengalaman dan Kesadaran.

Di Jakarta saya mengalami berbagai macam hal, salah satunya romansa. Jatuh bangun, bangkit dan hancur. Hingga suatu saat, takdir mempertemukan saya dengan seorang wanita yang bekerja di sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan tempat saya bekerja. Hubungan kami tumbuh, dan dengan berkah Allah SWT, kami menikah di awal tahun 2021. Namun, takdir tak selalu berpihak pada kita. Pada Februari 2022, dalam kondisi pandemi COVID-19 yang sedang melanda, saya dengan perasaan sedih terpaksa harus mengundurkan diri dari pekerjaan saya. Kehilangan pekerjaan menjadi pukulan berat, dan kami berdua juga terinfeksi virus COVID-19, yang semakin mengancam kondisi finansial kami.

Untuk sementara waktu, kami pindah ke pinggiran Jakarta yang sering terkena banjir. Alhamdulillah, saya memiliki istri yang sangat kuat. Saya bangga dengannya. Kemudian, di tengah kesulitan itu, seorang relasi memberi saya sebuah kesempatan emas. Saya diterima bekerja di sebuah mall di Jakarta Selatan. Meskipun pekerjaan itu berbeda dengan bidang saya sebelumnya, saya merasa bersyukur karena saya memiliki pekerjaan yang saya cintai, tim yang solid, dan atmosfer yang seperti keluarga.

Selama masa itu, saya juga diberkahi dengan kehadiran dua sahabat yang sangat baik, Syeis dan Yus, yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam perjalanan karir saya. Mereka adalah sosok yang selalu siap sedia mendengarkan keluh kesah, memberikan nasihat berharga, dan memberikan dukungan yang tak ternilai harganya.

Ketika istri saya hamil, takdir sekali lagi mempertemukan saya dengan kesempatan baru. Saya ditawari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Meskipun bos saya tidak setuju dengan keputusan saya untuk pindah kerja, teman-teman saya tetap memberikan dukungan penuh. Keberanian untuk berpindah pekerjaan semata-mata demi kebaikan keluarga mendapat apresiasi dan dorongan dari mereka.

Makna Sebuah Perjalanan.

Meski saya hanya bertahan selama 10 bulan di mall itu, bagi saya itu memiliki makna yang sangat berarti. Saya percaya akan keajaiban dan rejeki anak, dan Allah SWT memang Maha Kaya. Dalam perjalanan karir yang tak terduga ini, saya belajar untuk selalu bersyukur dan percaya bahwa setiap hal terjadi dengan kehendak Allah yang terbaik bagi kita.

Hingga saat ini, saya masih menjalani pekerjaan yang saya anggap sebagai karunia dari Allah SWT untuk anak saya dan keluarga kecil kami. Saya terus berjuang dan berusaha memberikan yang terbaik dalam pekerjaan saya, dengan harapan bahwa masa depan yang lebih cerah sedang menanti di ujung perjalanan karir saya di Jakarta.

Bagikan: